Berawal Kirim Foto Fulgar, Pemuda Ini Peras & Cabuli Paksa Pacarnya

Gantaranews.com, Tuba – Seorang remaja berinisial KN (18) yang merupakan  warga Desa Makartimulya, Kecamatan Mesuji, Kabupaten Ogankomering Ilir (OKI), Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) tak berkutik ketika ditangkap oleh petugas gabungan Polsek Menggala bersama Tekab 308 Polres Tulangbawang dengan kasus pencabulan, kamis 18/11/2021.

Kapolsek Menggala, AKP Sunaryo menjelaskan, kronologi kasus pencabulan ini bermula saat korban dan pelaku berkenalan di media sosial facebook (FB), karena sering komunikasi akhirnya mereka berpacaran dan bertukaran nomor telepon. Suatu ketika pelaku membujuk korban untuk mengirimkan foto vulgar via WhatsApp dan hal tersebut dilakukan oleh korban.

“Berbekal foto vulgar tersebut, pelaku mengajak korban untuk bertemu dan akhirnya mereka bertemu pada Rabu (25/08). Setelah bertemu, korban dipaksa masuk ke dalam mobil dan pelaku langsung berbuat cabul, awalnya korban melawan tetapi pelaku mengancam akan menyebarkan foto vulgar milik korban apabila tidak mengikuti kemauan dari pelaku,” kata  Kapolsek mewakili Kapolres Tulangbawang, AKBP Hujra Soumena, Sabtu (20/11).

Lanjut Sunaryo, di dalam mobil tersebut korban hanya bisa pasrah dicabuli hingga keperawannya pun direnggut oleh pelaku.

“Usai berbuat cabul pelaku ini malah meminta uang tunai sebanyak Rp5 juta kepada korban, kalau korban tidak bisa memberikan uang tersebut pelaku mengancam akan menyebarkan foto vulgarnya korban,” jelas Sunaryo.

Karena ketakutan, akhirnya pelaku diajak oleh korban kerumahnya dan kondisi rumah korban saat itu dalam keadaan sepi. Korban lalu mengambil uang tunai sebanyak Rp5 juta milik orang tuanya yang disimpan di dalam lemari kemudian menyerahkan uang tersebut kepada pelaku. Lagi-lagi pelaku mengancam akan menyebarkan foto vulgar milik korban kalau sampai korban bercerita kepada orang lain.

Kapolsek menambahkan, terungkapnya kasus ini berawal dari ibu kandung korban yang curiga uang tunai sebanyak Rp 5 juta miliknya yang disimpan di dalam lemari hilang, setelah ditanya akhirnya korban bercerita kalau uang tersebut dia yang mengambilnya usai dicabuli oleh pelaku. Mendapat cerita memilukan ini, hari Kamis (02/09), ibu kandung korban melaporkannya ke Mapolsek Menggala.

Mendapat laporan tersebut, petugas kami langsung melakukan penyelidikan untuk mencari tahu siapa pelakunya. Berkat keuletan dan kegigihah petugas di lapangan akhirnya pelaku berhasil ditangkap.

“Dalam kasus ini petugasnya menyita barang bukti (BB) berupa handphone (HP) merk Oppo warna hitam milik pelaku dan pakaian yang dikenakan oleh korban saat terjadinya pencabulan,” ungkap Sunaryo.

Saat ini pelaku sudah ditahan di Mapolsek Menggala dan dikenakan Pasal 81 ayat 1 dan ayat 2 Jo Pasal 76D Undang-Undang Perlindungan Anak. Dipidana dengan pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp5 miliar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.