Miris ! Anak 14 Tahun Asal Balam Dijual 200 Ribu Melalui Aplikasi Michat

Gantaranews.com, Bandarlampung – Sungguh miris apa yang dialami oleh anak 14 tahun asal Telukbetung Selatan bandarlampung, ia menjadi korban perdagangan manusia dan persetubuhan dibawah umur, ia dijual melalui aplikasi michat oleh temanya sendiri berinisial DI (15) warga Kangkung, Telukbetung Selatan, Bandar Lampung.

baca juga : 25 ASN di Lampung Terindikasi Terima BST Khusus Coivd-19

Usai melakukan transaksi dengan pria hidung belang, korban mendapat bayaran Rp. 200 Ribu kemudian uang itu diambil semua oleh DI atau pelaku.

Anak 14 Tahun Dijual ke Pria Hidung Belang Rp200 Ribu, Keluarga Lapor ke Polresta Bandar Lampung Diduga menjadi korban trafficking dan persetubuhan anak di bawah umur, keluarga melapor ke Polresta Bandar Lampung. Korban KD (14) warga Telukbetung Selatan diduga dijual oleh Di (15) warga Kangkung, Telukbetung Selatan, Bandar Lampung. Kasus ini bermula ketika Sabtu (13/11/2021) malam korban diajak oleh pelaku main ke pasar malam di Jalan Ir. Sutami.

Setelah itu, keduanya pulang ke Kangkung ke rumah Di, dekat pabrik mie belakang eks bangunan Tripanca yang belum selesai. Kemudian, Minggu (14/11/2021) sore korban diajak oleh Di ke sebuah wisma di Jalan Urip Sumoharjo, Sukarame, Bandar Lampung. Korban kemudian ditawarkan ke lelaki hidung belang lewat aplikasi Michat. Malam itu juga korban diminta melayani seorang laki itu dengan janji diberi uang Rp200 ribu. Selesai melayani seorang lelaki, korban diberi uang Rp200 ribu oleh lelaki tersebut. Namun semua uangnya diambil oleh Di.

“Saya dijual oleh Di seharga Rp200 ribu di wisma Urip. Terus, pas mau dijual lagi, keluarga saya dan Pak RT datang,” kata KD melalui video pendek, Minggu (21/11/2021). Saat itu, Dipa minta agar melayani sekali lagi. “Udah ini sekali lagi layani,” kata Di. Namun korban menolak dan mau pulang. Beruntung malam itu keluarga korban bersama Babinsa dan Ketua RT datang. Lalu, korban dipaksa pulang.

Kasus ini dilaporkan ke Polresta Bandar Lampung, pada Kamis (18/11/2021) dengan perkara persetubuhan anak di bawah umur dan trafficking. Untuk sementara polisi menjerat pelaku dengan UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.