Anak & Bapak di Waykanan Jadi Pelaku Pencabulan Anak, Begini Kronologinya

Gantaranews.com, Waykanan – Entah apa yang terlintas dibenak kedua pria di way kanan ini, kedua pria yang merupakan ayah dan anak ditangkap oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Way Kanan atas kasus pemerkosaan terhadap anak dibawah umur, kedua pelaku di tangkap ditempat yang berbeda.

Kejadian pemerkosaan tidak hanya terjadi satu kali saja, adapun tempat kejadian perkara ada didalam kamar rumah tersangka dan juga di kebun karet,

Adapun korban merupakan warga asal Kampung Negeribaru, Kecamatan Umpu Semenguk, Kabupaten Way Kanan.

Kasat Reskrim Polres Way Kanan, Iptu Des Herison Syafutra menceritakan, peristiwa pencabulan terjadi pada Juli dan Agustus 2021 sekitar pukul 10.00 WIB. Korban sedang duduk di teras rumah tiba-tiba diperintah memijit badan pelaku berinisial INS (51). Setibanya di dalam kamar, pelaku menarik tangan korban dan memperkosa korban.

“Tersangka inisial INS (51) dan JNT (21), warga Kampung Negeribaru, Kecamatan Umpu Semenguk,” jelasnya, Kamis, 25 November 2021.

Selanjutnya, anak INS, berinisial JNT (21) juga melakukan hal serupa kepada korban di kebun karet PTPN VII KM 8 Kelurahan Blambangan Umpu. Peristiwa itu terjadi sekitar pekan lalu di pertengahan November 2021.

“Korban menceritakan peristiwa yang telah dialaminya tersebut kepada saksi dan akhirnya ibu kandung korban melaporkan ke Polres Way Kanan,” kata Kasat.

Menurut Kasat, keduanya telah ditangkap pada Selasa, 23 November 2021, sekitar pukul 11.00 WIB.

“Pelaku diringkus tanpa perlawanan saat sedang berada di rumahnya,” kata dia.

Sementara pelaku JNT saat itu tidak ada di tempat, hingga kemudian sekira jam 21.00 WIB petugas berhasil mengamankan pelaku saat berada di Dusun Kalup Kampung Negeribatin, Kecamatan Umpu Semenguk, Kabupaten Way Kanan.

“Terhadap kedua pelaku setelah diamankan lalu dibawa ke Polres Way Kanan guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut,” kata dia.

Akibat perbuatannya, pelaku dikenakan Pasal 81 Ayat (1), (2), (3) dan atau Pasal 82 Ayat (1) dan ayat (2) UU RI No.17 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No.23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.

“Dikarenakan kedua tersangka merupakan wali/pengasuh/keluarga dari korban maka ancamannya ditambah 1/3 dari ancaman pokok,” ungkapnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.