Diduga Selingkuh, Oknum Kepala Pekon di Pringsewu Digrebek Warganya

Gantaranews.com, Pringsewu – Oknum kepala pekon Karang Sari kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu, digrebek warga lantaran ia menyelinap di salah satu rumah warga dan diduga berselingkug denganya.

Warga yang geram hampir saja meluapkan emosinya kepada kepala pekon tersebut, untung saja pihak berwajib siaga dan dapat menyerap amuk. Masa yang geram dan emosi tersebut.

Oknum Kepala Pekon berinisial So (49) diduga berselingkuh dengan seorang warganya berinisial KW (33). Ternyata, KW juga bekerja di pemerintahan setempat. Tak hanya itu, keduanya tercatat telah memiliki pasangan hidup yang sah.

Keduanya digerebek warga saat berada di dalam rumah KW di Pekon Karangsari, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu, pada Senin (6/12) sekira jam 23.00 WIB.

Sementara itu, Kapolsek Pagelaran Iptu Hasbulloh mengatakan pihaknya telah melakukan pengamanan terhadap keduanya.

“Kejadiannya tadi malam sekira jam 23.30 WIB, Polisi telah melakukan evakuasi terhadap 2 orang yang terdiri oknum kepala Pekon berinisial So dan seorang ibu rumah tangga berinisial KW,” kata Hasbullah, Selasa (7/12).

Selanjutnya, petugas langsung membawa pasangan diduga selingkuh ke Polsek Pagelaran guna menghindari amuk warga setempat.

“Kita bawa ke Polsek Pagelaran guna menghindari terjadinya hal yang tidak diinginkan,” lanjutnya.

Meskipun sempat kesulitan mengamankan warga yang geram atas perbuatan keduanya, petugas berhasil menghalau warga main hakim sendiri.

“Alhamdulillah melalui pendekatan warga akhirnya tidak main hakim sendiri, dan terduga sendiri berhasil kami evakuasi dengan selamat,” katanya.

Mengenai kasus dugaan perselingkuhan tersebut, ia memastikan segera ditindaklanjuti.

“Kita lakukan pemeriksaan bagaimana sesuai fakta hukumnya. Saat ini masih dalam proses penyelidikan dan pendalaman polisi,” terangnya.

Dikarenakan ini merupakan delik aduan, pihaknya juga masih menunggu laporan dari pihak yang merasa dirugikan.

“Jika terbukti maka kita proses hukum namun jika memang tidak terbukti ya kami tidak bisa memaksakan tentunya,” pungkasnya.  (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.