7 Tahun DPO Kasus Pencurian Uang Rp. 200 Juta di Lampura Berhasil Diciduk

Gantaranews.com, Lampung Utara – Kabur selama tujuh tahun dan masuk DPO Kasus pencurian uang dengan nilai Rp 200 juta di Kecamatan Hulu Sungkai, Kabupaten Lampung Utara berhasil ditangkap Polisi.

Kasat Reskrim Polres Lampung Utara, AKP Eko Rendi Oktama mengatakan, pelaku berinisial ERW (43) bersama rekannya FRM yang lebih dulu ditangkap melakukan aksi pencurian uang senilai Rp 200 juta di dalam sebuah mobil box pada Senin, 1 Desember 2014 sekitar pukul 4 sore.

“ERW bersama rekannya FRM yang telah dilimpahkan ke Jaksa Penuntut menghadang mobil box yang dikemudikan oleh Agung Priyadi (29) yang akan menuju Kotabumi, para pelaku menggunakan kendaraan Innova berwarna biru,” kata AKP Eko Rendi mewakili Kapolres Lampung Utara, AKBP Kurniawan Ismail.

“Setelah menghadang kendaraan korban, pelaku turun menghardik dengan mengatakan bahwa kendaraan pelaku di senggol oleh kendaraan korban dan harus mengganti,” lanjutnya.

Selanjutnya pelaku menyuruh dua orang korban naik ke mobil pelaku, dan pelaku lainnya masuk ke dalam mobil korban mengambil uang yang ada di dalam box sejumlah Rp 200 juta. Setelah berhasil mengambil uang, korban diturunkan paksa dari mobil pelaku dan para pelaku langsung kabur.

Pelarian pelaku ERW selama 7 tahun harus terhenti setelah dibekuk oleh tim Tekab 308 Sat Reskrim Polres Lampung Utara pada Kamis, 16 Desember 2021 sekitar pukul 18.30 WIB di rumah kediamannya.

“Saat penangkapan pelaku melakukan perlawanan aktif, sehingga dilakukan tindakan tegas terukur berupa tembakan pada kaki pelaku ERW,” ungkapnya.

Dari tangan terduga pelaku ERW petugas menyira barang bukti berupa 3 unit ponsel merk Evercross, 2 unit ponsel merk Nokia. Barang bukti lainnya berupa 1 unit mobil Kijang Innova (B 8120 MN), uang sejumlah Rp 119.900.000, 1 unit mobil engkel box merk Mitshubisi (B 9933 KJ), sebilah sajam sangkur, kampak bergagang kayu yang telah dilimpahkan ke JPU bersama pelaku FRM terdahulu.

“Saat ini ERW sudah berada di Mapolres guna dilakukan proses hukum lebih lanjut, pelaku dapat dijerat dengan Pasal 365 KUHP,” pungkasnya.  (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.