Mengaku Keponakan Gubernur Lampung, Iwan Tipu Kelompok Tani Mesuji 1,4 Miliar

Gantaranews.com, Mesuji – Nasib kurang beruntung di alami seorang l penyuplai beras di Mesuji Sofa Mayasari, pasalnya ia harus merugi 1,4 miliar  akibat beras yang ia kirim ke salah seorang yang mengaku kerabat dekat gubernur Lampung Belum juga dibayar.

Pelaku bernama iwan yang Mengaku sebagai kerabat dari Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, Iwan diduga membawa kabur uang kelompok tani di Mesuji hingga mencapai Rp1,4 miliar.

Seorang penyuplai beras di Mesuji, Sofa Mayasari menyampaikan, bahwasanya ada seorang yang bernama Iwan, Ia mengaku dekat dengan Gubernur Lampung dan bekerja di Kementerian Sosial (Kemensos). Oleh karenanya Iwan meminta 160 ton beras dengan kualitas premium untuk program bantuan sosial (Bansos).

“Maka kita siapkan beras yang diminta dan dilakukan pengiriman beras dari Mesuji langsung ke Perumahan Gunung Madu, Bandar Lampung sampai 14 pengiriman secara bertahap dari Mei-Juni 2021, yang kalau di rupiahkan mencapai Rp1,4 miliar kerugiannya,” ujar Sofia, saat dimintai keterangan, Jumat (24/12/2021).

Sofa menceritakan sebelumnya, Ia kenal dengan pak Iwan lewat pak Sukarmin yang merupakan teman di koperasi. Dimana pak Sukarmin mengajaknya ke tempat Pak Iwan di Bandar Lampung.

Menurut keterangan pak Sukarmin, pak Iwan sama-sama berasal dari Way Kanan, yang pekerjaannya sama sebagai suplayer beras di Kemensos perwakilan Lampung.

“Pada saat 12 April 2021 ini juga langsung tandatangan perjanjian, satu kali pertemuan saya sudah percaya. Karena dia ngakunya jangan khawatir, saya tidak mungkin membuat nama paman (Arinal Djunaidi) saya malu,” ucap dia.

“Tapi setelah sampai penagihan, dia memberikan 7 lembar cek. Ketika mau dicairkan ternyata cek nya kosong, sehingga tidak bisa dicairkan. Maka dari situ kita melaporkannya ke Polda,” ungkap Sofa.

Sementara, pengacara yang tergabung dalam Sopian Sitepu Pannet, Abdul Rahman mengatakan, dari perkara ini pihaknya telah ajukan di tanggal 16 Juli 2021 sesuai tanda laporan polisinya atas nama Ibu Sofa Mayasari.

Lanjutnya, sejauh ini dari pengakuan korban kalau transaksinya hanya diberikan cek saja, setelah itu beras dikirim secara bertahap sekitar 14 kali pengiriman. Artinya sampai bulan ini belum ada pembayaran satu rupiah pun. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.