Krononologi 2 Kampung di Lamteng Hendak Bentrok, Bupati & Kapolres Turun Tangan

Gantaranews.com, Lampung Tengah – Sempat viral di media sosial, video kegaduhan antar dua warga kampung di kecamatan seputih surabaya Lampung tengah,  dua kelompok tersebut dari Kampung Mataram Ilir dan Kampung Srikaton. dari video yang beredar, ratusan warga dari kampung srikaton geruduk mapolsek seputih surabaya lampung tengah, senin 27/12/2021.

Dari informasi yang dihimpun, kejadian yang diakibatkan kesalahpahaman antar pemuda di Seputih Surabaya ini, bermula dari empat warga Kampung Mataram Ilir mendatangi rumah warga Srikaton inisial Y. Mereka datang, dengan maksud menanyakan masalah pacarnya yang tidak jadi ketemuan.

Kemudian datang Babinsa setempat, dengan maksud untuk mencari solusi. Babinsa yang bermaksud menengahi antara warganya dan empat warga Mataram Ilir, justru diserang oleh salah satu pelaku dengan menggunakan senjata tajam jenis badik, lalu mengenai tangan kanannya

Mendengar ada keributan di dalam rumah, warga lainnya kemudian masuk dan bermaksud mencoba melerai. Namun keributan malah semakin tak terelakkan, hingga mengakibatkan satu warga inisial D terkena pukulan besi dibagian wajah.

Setelah dilerai, akhirnya keempat warga Mataram Ilir pulang ke rumah masing-masing. Namun tak lama kemudian, datang lagi 50 orang ke rumah Y hingga membuat warga sekitar ketakutan. Oknum massa dari Kampung Mataram Ilir ini kemudian merusak rumah warga di Srikaton.

Menanggapi hal ini, Kapolres Lampung Tengah AKBP Oni Prasetya mengatakan, peristiwa ini merupakan murni kriminalitas dan pelakunya akan diproses secara hukum. Saat ini pihaknya sedang melakukan pemeriksaan dan mengumpulkan data-data di lapangan.

“Tidak ada bentrok antar dua kelompok warga, bahkan tidak ada perselisihan, ini murni tindakan kriminalitas biasa. Saat ini perkara ini sudah ditangani oleh Polres Lampung Tengah,” kata AKBP Oni Prasetya dalam keterangannya, Selasa (28/12/2021).

Hingga kini pihak Satreskrim Polres Lampung Tengah, sedang melakukan penyidikan dan mencari keterangan sejumlah pihak di lokasi. “Sejauh ini dua pelaku sudah kami amankan, guna dilakukan pemeriksaan,” ujar Oni Prasetya.

Terpisah, Bupati Lampung Tengah Musa Ahmad menghimbau kepada masyarakat, untuk tidak terprovokasi. Musa Ahmad meminta masyarakat, agar menyerahkan hal ini sepenuhnya kepada proses hukum pihak kepolisian.

“Jangan terprovokasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, yang ingin memecah belah. Kami apresiasi kepada jajaran kepolisian, TNI, dan tokoh masyarakat, yang membantu menangani masalah ini,” jelas Musa Ahmad.

Terkait pengamanan di lokasi, kepolisian menerjunkan anggota dari Polsek Seputih Surabaya, dibantu aparat TNI dan unsur lainnya dari Pemkab Lampung Tengah. Hingga kini kondisi disekitaran dua kampung tersebut, tengah kondusif. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.