Anaknya Jadi Korban Pencabulan, Ibu di Balam Malah Bantu Pelaku untuk Kabur

Gantaranews.com, Bandar Lampung – Kasus pencabulan dengan korban LP oleh ayah tirinya sudah lengkap dan memenuhi syarat, hasil visum pun sudah ada, setelah mengetahui dirinya dilaporkan, pelaku lalu melarikan diri yang diduga dibantu oleh ibu kandung korban dalam pelarianya.

Sejak dilaporkan ke Polsek Tanjung Karang Barat atas kasus tindak pidana pencabulan, TAW (42) langsung kabur yang diduga disembunyikan Ibu Kandung korban.

Remaja Putri berinisial LP yang menjadi korban pencabulan Ayah Tirinya (TAW) telah membuat laporan bersama Hendro (45), Ayah Kandung LP, pada 27 April 2021.

Saat dikonfirmasi pihak kepolisian, Kapolsek Tanjung Karang Barat melalui Kanit Reskrim Iptu Emi membenarkan adanya laporan tersebut.

“Benar, sudah diterima laporannya. Saat ini sedang dalam pengejaran karena pelaku kabur setelah korban melapor,” kata Emi pada 7 Juni 2021.

Selain itu, ia menduga adanya bantuan dari pihak lain atas kaburnya pelaku tersebut. Namun, pihaknya bisa memastikan jika pelaku sudah ditangkap.

Selanjutnya, kasus tindak pidana dugaan pencabulan tersebut ditangani Polresta Bandar Lampung.

Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Devi Sujana mengatakan saat ini pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku TAW.

“Saat ini masih pengejaran,” kata Devi, Senin (3/1).

Disinggung mengenai kendala dalam kasus ini, Devi mengatakan adanya dugaan keterlibatan Ibu Kandung korban yang menyembunyikan TAW.

“Diduga Ibu Kandungnya (korban) ikut terlibat menyembunyikan dan bawa kabur Ayah Tirinya korban (terduga pelaku), tapi saat ini juga masih dalam pengejaran,” jelas Devi.

Mengenai barang bukti dan hasil visum pun, ia mengatakan sudah terpenuhi dari pihak korban. “Hasil visum sudah ada,” katanya.

“Tapi dia (TAW) ini langsung kabur dan belum memenuhi panggilan penyidik untuk memberikan klarifikasi,” sambung Devi.

Diketahui sebelumnya, LP (korban) tidak memberitahu siapa pun atas apa yang dialami. Setelah terjadi ketiga kalinya, LP memilih pergi dari rumah ibu kandung dan menetap di rumah ayah kandung.

“Waktu saya kerja di pasar itu nelepon mau tinggal sama ayah aja. Waktu pulang dari pasar saya tanyalah sama dia kenapa kan, awalnya alasan dia ditampar sama bapak tirinya,” kata Hendra.  (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.