Hamili Anak Tirinya, Seorang Pria Asal Wayakanan Diciduk Polisi

Gantaranews.com, Waykanan – Hamili Anak tirinya sendiri, seorang ayah berinisial K (28) warga Kampung Rumbih, Kecamatan Pakuan Ratu Kabupaten Way Kanan berhasil diciduk polisi tanpa perlawanan.

Aksi bejat pelaku merudapaksa korban yang masih remaja, berlangsung sejak Juni 2019 hingga November 2020. Kurun waktu 1 tahun 6 bulan pelaku telah melakukan bejatnya sebanyak 7 kali.

Kapolres Way Kanan, AKBP Binsar Manurung melalui Kasat Reskrim AKP Andre Try Putra menjelaskan, pihaknya berhasil mengamankan seorang pelaku berinisial K (28) yang berprofesi sebagai Satpam di sebuah perusahaan di Way Kanan.

“Aksi pelaku terbongkar setelah korban melaporkan kepada Ibunya jika dirinya telah hamil. Ironisnya, Rabu (02/12/2021) sekira pukul 08.00 WIB korban mengalami keguguran,” ujar AKP Andre saat di Konfirmasi, Jumat (07/01/2022).

Kasat menerangkan, setelah mendapatkan pengaduan dari korban, kemudian ibu kandung korban langsung melaporkan kasus tersebut ke Polres Way Kanan.

“Pelaku pertama kali melakukan perbuatannya, pada Juni 2019 sekitar pukul 06.00 WIB dirumahnya,” terang Kasat Reskrim.

“Saat itu korban sedang masuk kedalam kamar terlapor untuk mengambil baju, saat ingin keluar kamar pelaku menahan korban dengan cara memegang tangan kiri korban, lalu mendorong tubuh korban ke kasur, namun saat akan melakukan pelecehan seksual terlebih dahulu di pergoki ibu korban sehingga kejadian tersebut tidak terjadi,” jelasnya.

Tak cukup disitu, bukan menyadari perbuatannya malah pada september 2020 sekitar pukul 04.00 WIB di bedeng Divisi I tempat pelaku bekerja, pelaku mengulangi perbuatannya saat korban sedang tertidur. Dan apabila memberontak, mengancam akan menyakiti korban dan ibunya.

“Setelah itu, pelaku melampiaskan hasratnya dan akhirnya Bunga menjadi korban rudapaksa ayah tirinya hingga berulang kali,” kata Kasatreskrim.

Adapun Kronologis penangkapan pada hari Kamis, 06-01-2022 pukul 16:00 WIB Tekab 308 Satreskrim Polres Way Kanan dan UPPA Satreskrim Polres Way Kanan berhasil melakukan penangkapan terhadap tersangka di Kecamatan Baradatu Kabupaten Way Kanan, saat dilakukan penangkapan tersangka tidak melakukan perlawanan.

“Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya pelaku dikenakan Pasal 81 ayat (1), (2) dan atau Pasal 82 ayat (1) UU RI No: 17/2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No: 23/2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,” tegas AKP Andre. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.