Pengedar uang Palsu di Tuba Diciduk Polisi, Ini Modusnya

Gantaranews.com, Tulangbawang – Seorang pria asal Kelurahan Menggala Selatan, Kecamatan Menggala, Kabupaten Tulang Bawang harus berurusan dengan pihak berwajib, pasalnya ia diduga sebagai pengedar uang palsu.

Modus operandinya adalah dengan berpura pura menjadi pembeli HP dengan sistem cash on delivery (COD),  diketahui bahwa pelaku merupakan Seorang residivis kasus pencurian dengan kekerasan (curas) pada 2016.

Pelaku ditangkap, Senin (20/12/2021), pukul 14.30 WIB, di Jalan Ethanol, Kampung Tunggal Warga, Kecamatan Banjar Agung. Menurut Kasat Reskrim, AKP Wido Dwi Arifiya Zaen, awalnya pelaku membeli sebuah ponsel Oppo A5 dengan cara cash on delivery (COD) kepada Andi Dwi Kurniawan (22), warga Kampung Penawar Jaya, Kecamatan Banjar Margo.

Keduanya sepakat bertemu Senin (6/12/2021), pukul 21.00 WIB, di teras sebuah warung samping Masjid Nur Agung, Kampung Banjar Agung. Setelah bertemu, Andi menyerahkan ponsel. Kemudian AS mengambil uang Rp1,5 juta yang dibawa oleh temannya dari dalam sebuah tas.

Setelah transaksi, Andi curiga dengan uang yang diberikan AS karena terasa halus. Setelah diperhatikan ternyata nomor seri uang tersebut ada yang sama.

“Uang palsu ssebesar Rp1,5 juta yang diterima oleh korban berupa 12 lembar uang kertas pecahan Rp100 ribu bergambar Soekarno+Hatta, dan enam lembar uang kertas pecahan Rp50 ribu bergambar I Gusti Ngurah Rai,” kata AKP Wido, pada konferensi pers,  di Mapolres Tulang Bawang, Sabtu (8/1/2021).

Hasil pemeriksaan, pelaku mengakui semua perbuatannya yang dengan sengaja mengedarkan uang palsu. Dia mendapatkanya dari dua rekannya yang sekarang masuk daftar pencarian orang (DPO) Polsek Banjar Agung.

Pelaku kini ditahan dan dikenakan Pasal 36 ayat 3 Jo Pasal 26 ayat 3 Undang Republik Indonesia Nomor 7 tahun 2011 tentang Mata Uang. Dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 tahun dan pidana denda paling banyak Rp50 miliar. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.