232.800 Pelaku UMKM di Lampung Kembali Akan Terima Bantuan 1,2 Juta

Gantaranews.com, Bandarlampung – Kabar baik di awal tahun 2022, Sebanyak 232.800 pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Provinsi Lampung akan kembali menerima bantuan, sebelumnya tahun lalu mereka telah menerima Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) tahun 2021.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Lampung, Samsurijal Ari, mengatakan BPUM yang disalurkan oleh pemerintah pusat itu sebesar Rp1,2 juta.

“Jumlah pelaku UMKM penerima BPUM di Lampung ada 91.379 di Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan 141.421 di Bank Negara Indonesia (BNI),” kata Samsurijal, saat dimintai keterangan, Minggu (10/1/2022).

Samsurijal mengakui, pelaku UMKM, khususnya bidang kuliner, terus tumbuh di Provinsi Lampung selama masa pandemi Covid-19.

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Bank Indonesia, sebanyak 82 persen UMKM berupaya mengoptimalkan aktivitas penjualan online melalui outlet mereka di platform e-commerce dan lapak di media sosial. Sehingga mampu bertahan dimasa pandemi.

Ia melanjutkan, pada tahun 2022, pemerintah pusat akan kembali menggulirkan BPUM untuk membantu modal pelaku UMKM.

“Tapi untuk skema nya kami belum tahu, apakah besaran nilainya sama seperti tahun lalu? Dan berapa jumlah penerima juga belum tahu,” ungkapnya.

Sebagai perbandingan, berdasarkan data dari Dinas Koperasi dan UMKM dari 15 kabupaten/kota di Provinsi Lampung, pada tahun 2020 jumlah pelaku UMKM sebanyak 110.359. Sementara pada tahun 2021 jumlah pelaku UMKM yang menerima BPUM sebanyak 232.800.

Khairunisa Agustin (22), warga Suka Bumi, Bandar Lampung, mengaku mulai menjual olahan dimsum ikan tenggiri yang ia bandrol Rp10 ribu per porsi sejak pertengahan tahun 2021.

Mahasiswi Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL) tersebut, menjual masakan khas Tiongkok itu di tengah kesibukannya melaksanakan tugas kuliah akhir semester.

“Saya jualan dimsum karena memang suka masak dan sambil mengisi waktu luang mengerjakan tugas akhir kuliah. Karena kan kemarin kuliah sempat Daring,” kata dia, Minggu (9/1).

Pengamat Ekonomi Universitas Bandar Lampung, Syahril Daud, mengatakan pelaku UMKM yang mampu bertahan dimasa pandemi Covid-19 adalah mereka yang memanfaatkan teknologi e-commerce dan media sosial dalam mengembangkan usahanya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.